Kamboja Targetkan 8 Juta
Kampanye Green Season Phnom Penh, Juli 2025 – Pemerintah Kamboja menetapkan target ambisius dalam sektor pariwisata: 8 juta wisatawan mancanegara hingga akhir tahun 2025. Target ini sejalan dengan pemulihan industri pariwisata global pasca-pandemi dan meningkatnya minat terhadap destinasi Asia Tenggara yang eksotis namun terjangkau.
Menurut Kementerian Pariwisata Kamboja, pada lima bulan pertama tahun ini, negara tersebut telah menerima hampir 3 juta kunjungan internasional—menunjukkan kenaikan 11,7% dibanding periode yang sama pada 2024.
🗺️ Kampanye Green Season untuk Tarik Wisatawan
Kampanye Green Season Salah satu strategi utama pemerintah adalah mendorong wisata di musim hujan melalui kampanye bertajuk “Green Season”. Kampanye ini bertujuan menarik pelancong yang ingin menikmati keindahan alam tropis Kamboja saat suasana lebih tenang, hijau, dan segar.
Fokus utama kampanye:
- Ekowisata: kunjungan ke kawasan alam seperti Pegunungan Cardamom.
- Destinasi budaya: seperti Angkor Wat dan situs warisan lainnya.
- Pengalaman otentik: wisata desa, kuliner lokal, dan interaksi budaya.
✈️ Infrastruktur & Akses Transportasi Ditingkatkan
Untuk mendukung lonjakan wisatawan, pemerintah mempercepat penyelesaian infrastruktur utama, termasuk:
- Bandara Internasional Techo Phnom Penh yang akan dibuka pada Juli 2025, berkapasitas hingga 13 juta penumpang per tahun tahap awal.
- Maskapai AirAsia Cambodia yang mulai beroperasi sejak 2024, memperluas rute domestik dan regional.
Konektivitas yang lebih baik diharapkan mempercepat mobilitas wisatawan dari negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, Tiongkok, dan Indonesia.
🏯 Siem Reap & Angkor Masih Jadi Magnet
Kawasan Angkor Archaeological Park mencatat lebih dari 570.000 kunjungan internasional hanya dalam enam bulan pertama 2025. Kota Siem Reap pun masuk dalam daftar Top 15 Global Travel Destinations versi TripAdvisor 2025.
Namun, pemerintah juga mulai mempromosikan destinasi alternatif seperti:
- Preah Vihear – situs kuil kuno di perbatasan Thailand.
- Kep & Kampot – destinasi tepi laut dengan pesona kolonial dan kuliner seafood.
- Mondulkiri & Ratanakiri – surga hijau di timur laut yang cocok untuk petualangan dan ekowisata.
🌿 Pergeseran ke Wisata Berkualitas dan Berkelanjutan
Kementerian Pariwisata menekankan bahwa lonjakan wisata tidak hanya dikejar dari segi kuantitas, tetapi juga kualitas pengalaman dan kelestarian lingkungan. Strategi ini sejalan dengan tren global menuju perjalanan yang lebih bermakna, ramah lingkungan, dan berdampak positif bagi masyarakat lokal.
“Kami ingin wisatawan datang, tinggal lebih lama, dan kembali pulang dengan cerita, bukan hanya foto,” ujar Sok Soken, Menteri Pariwisata Kamboja.
Kamboja Targetkan 8 Juta Dengan target ambisius dan strategi menyeluruh, Kamboja tengah berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu destinasi wisata utama di Asia Tenggara. Perpaduan antara keindahan alam, kekayaan budaya, peningkatan infrastruktur, dan semangat ramah tamah masyarakat menjadikan negeri ini semakin siap menyambut dunia.
