Gen Z Susah
Gen Z Susah Mendapat Perkerjaan Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan persaingan global yang semakin ketat, banyak generasi muda—khususnya Generasi Z—mengeluhkan kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. Padahal, sebagian besar dari mereka memiliki latar pendidikan yang baik dan melek teknologi. Lalu, mengapa Gen Z masih kesulitan menembus dunia kerja? Seorang psikolog memberikan penjelasan dan saran penting untuk menghadapinya.
Tantangan yang Dihadapi Gen Z
Psikolog klinis sekaligus konselor karier, dr. Intan M. Ramadhani, M.Psi., mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan Gen Z kesulitan mendapatkan pekerjaan:
- Ekspektasi yang Terlalu Tinggi
Banyak lulusan baru dari Gen Z Susah memiliki ekspektasi tinggi terhadap gaji, jenjang karier, dan budaya kerja. “Mereka ingin pekerjaan yang fleksibel, bermakna, tapi juga dengan kompensasi besar. Sayangnya, pasar kerja tidak selalu seideal itu,” ujar dr. Intan. - Kurangnya Soft Skills
Di samping kemampuan teknis, banyak perusahaan kini lebih memperhatikan soft skills seperti komunikasi, kolaborasi, dan etika kerja. “Sebagian Gen Z tumbuh di era digital yang membuat interaksi tatap muka menjadi lebih minim. Ini berdampak pada kemampuan interpersonal mereka,” tambahnya. - Overthinking dan Takut Gagal
Tantangan psikologis seperti rasa cemas berlebih, takut ditolak, atau perasaan tidak cukup layak (impostor syndrome) juga sering dialami Gen Z. Ini membuat mereka ragu untuk melamar pekerjaan atau tampil percaya diri saat wawancara.
Saran dari Psikolog
Untuk menghadapi tantangan tersebut, dr. Intan memberikan beberapa saran praktis bagi Gen Z:
Turunkan Ekspektasi, Naikkan Adaptasi
“Awali karier dengan pengalaman, bukan hanya gaji,” katanya. Tidak semua pekerjaan pertama harus sempurna. Yang penting, pekerjaan tersebut bisa menjadi batu loncatan untuk mengembangkan diri.
Latih Soft Skills Sejak Dini
Mengikuti organisasi, magang, atau volunteer bisa membantu Gen Z mengasah keterampilan sosial dan kepemimpinan yang dibutuhkan di dunia kerja.
Kelola Kesehatan Mental
Tidak ada salahnya mencari bantuan profesional jika merasa stres atau tidak percaya diri. “Mental yang sehat adalah modal utama untuk bisa terus belajar dan berkembang,” ujar dr. Intan.
Terus Upgrade Diri
Dunia kerja terus berubah, dan keterampilan yang relevan hari ini belum tentu dibutuhkan besok. Mengikuti pelatihan, kursus online, atau sertifikasi bisa membantu Gen Z tetap kompetitif.
Meski tantangan yang dihadapi Loker Gen Z nyata, bukan berarti tidak bisa diatasi. Dengan pendekatan yang realistis, kesiapan mental, dan kemauan untuk terus belajar, generasi ini tetap punya potensi besar untuk sukses di dunia kerja. Seperti kata dr. Intan, “Kuncinya ada pada keseimbangan antara harapan dan kemampuan untuk beradaptasi.”
