Harga Bbm
Harga BBM Pertamina Penyesuaian dilakukan sejalan dengan Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, mengubah formula Harga Jual Eceran (HJE) BBM. Kenaikan ini dipicu oleh fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah
🔹 BBM Subsidi (Harga Tetap)
- Pertalite (RON 90): Rp 10.000/liter
- Solar subsidi: Rp 6.800/liter
🔸 BBM Non-Subsidi (Harga Naik)
Berlaku di wilayah DKI Jakarta, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara:
| Jenis BBM | Harga Baru | Kenaikan |
|---|---|---|
| Pertamax (RON 92) | Rp 12.500 | +Rp 400 |
| Pertamax Turbo (RON 98) | Rp 13.500 | +Rp 450 |
| Pertamax Green (RON 95) | Rp 13.250 | +Rp 450 |
| Dexlite (CN 51) | Rp 13.320 | +Rp 580 |
| Pertamina Dex (CN 53) | Rp 13.650 | +Rp 450 |
Catatan: Wilayah lain seperti Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi mengalami penyesuaian harga berbeda, misalnya Pertamax mencapai Rp 12.800–13.100/liter.
📌 Mengapa Harga Naik?
Kenaikan ini mengikuti Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang menyesuaikan formula harga jual eceran. Pertamina menyesuaikan harga BBM non-subsidi sejalan dengan perubahan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.
💡 Tips untuk Pengguna Kendaraan
- Pantau otomatis aplikasi MyPertamina atau website resmi untuk update harga sesuai wilayah Anda.
- Isi bahan bakar setelah penyesuaian resmi, biasanya berlaku sejak 1 Juli.
- Gunakan BBM sesuai rekomendasi mesin—hensari mesin RON tinggi diperlukan untuk performa maksimal.
- Ingat bahwa Pertalite dan solar subsidi tidak berubah—untuk ramah kantong dan efisiensi berkendara.
- Harga Bbm Pertalite tetap Rp 10.000, solar subsidi tetap Rp 6.800.
- Non-subsidi naik: Pertamax jadi Rp 12.500, Turbo Rp 13.500, Green 95 Rp 13.250, Dexlite Rp 13.320, Pertamina Dex Rp 13.650.
- Kenaikan berlaku mulai 1 Juli 2025 di sebagian besar wilayah utama.
