Bacaan Injil Katolik Minggu 14 September
Hari Peringatin Pesta Salib Baik, berikut saya buatkan artikel rohani dengan tema Hari Peringatan Pesta Salib Suci (14 September 2025), sesuai bacaan Injil Katolik.
Pesta Salib Suci
Minggu, 14 September 2025
Makna Pesta Salib Suci
Hari Peringatin Pesta Salib Setiap tanggal 14 September, Gereja Katolik merayakan Pesta Salib Suci (Exaltation of the Holy Cross). Perayaan ini mengajak umat beriman untuk memandang salib bukan lagi sebagai tanda kehinaan, melainkan lambang kemenangan dan keselamatan.
Salib yang dahulu menjadi alat penyiksaan Yesus kini dimuliakan sebagai tanda kasih Allah yang menyelamatkan manusia. Dengan perayaan ini, kita diajak merenungkan betapa besar kasih Kristus yang rela wafat agar kita memperoleh hidup kekal.
Bacaan Liturgi (14 September 2025)
- Bacaan Pertama: Bilangan 21:4b–9
Umat Israel yang bersungut-sungut di padang gurun dipagut ular berbisa. Tuhan memerintahkan Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada tiang; siapa yang memandangnya akan tetap hidup. - Mazmur Tanggapan: Mazmur 78:1–2, 34–38
“Janganlah lupakan perbuatan-perbuatan Tuhan.” - Bacaan Kedua: Filipi 2:6–11
Kristus yang walaupun setara dengan Allah, rela merendahkan diri-Nya, taat sampai mati di salib. Karena itulah Allah sangat meninggikan Dia. - Injil: Yohanes 3:13–17
Yesus berkata kepada Nikodemus: “Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Renungan
Hari Pesta Salib Suci menegaskan bahwa salib adalah jalan menuju kemuliaan.
- Dalam bacaan pertama, ular tembaga menjadi tanda penyelamatan bagi bangsa Israel.
- Injil Yohanes menghubungkan peristiwa itu dengan Yesus yang ditinggikan di kayu salib, sebagai tanda kasih Allah yang menyelamatkan.
- Rasul Paulus menegaskan dalam surat Filipi bahwa ketaatan Yesus sampai wafat di salib membuat-Nya dimuliakan oleh Bapa.
Kita diajak untuk memandang salib dengan iman: bukan sekadar simbol penderitaan, tetapi jalan menuju keselamatan. Saat kita memikul salib dalam hidup—entah berupa sakit, kesulitan, atau pergumulan—kita percaya bahwa bersama Kristus, salib akan membawa kita pada kebangkitan.
Doa
Bacaan Injil Katolik Minggu 14 September Allah Bapa yang Mahakasih, melalui salib Putra-Mu Engkau telah mengalahkan dosa dan maut. Ajarilah kami memandang salib bukan sebagai beban, melainkan sebagai tanda kasih dan kemenangan-Mu. Semoga kami setia memikul salib setiap hari dan semakin percaya akan kuasa kebangkitan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
