Rahayu Saraswati Mundur Dari Dpr Ri
Rahayu Saraswati Jakarta, 11 September 2025 – Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang juga dikenal sebagai “Sara” dan keponakan Presiden Prabowo Subianto, resmi menyatakan pengunduran. Dirinya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Gerindra untuk periode 2024-2029.
Latar Belakang
Identitas
Rahayu Saraswati lahir 27 Januari 1986, dari pasangan Hashim Djojohadikusumo dan Anie Hashim. Hashim adalah adik kandung dari Prabowo Subianto.
Karier Politik
Sara pernah terpilih sebagai anggota DPR pada Pemilu 2014 untuk Dapil Jawa Tengah IV. Setelah sempat tidak duduk DPR pada periode 2019-2024, dia kembali lolos pada. Pemilu 2024 lewat daerah pemilihan Jakarta III (meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu). Saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI.
Alasan Pengunduran Diri
- Pengunduran diri Rahayu Saraswati berkaitan dengan kembali viralnya potongan. Video lawas dari sebuah podcast yang diambil dari wawancaranya dengan Antara TV Indonesia. Sesi wawancara lengkap berdurasi 42 menit, tetapi potongan sekitar 2 menit diambil oleh pihak tertentu dan menjadi sumber kontroversi.
- Dalam video potongan tersebut, Saraswati berbicara mengenai dorongan agar generasi. Muda lebih berwirausaha, tidak terlalu bergantung kepada pemerintah dalam mencari lapangan kerja. Ada bagian yang dianggap menyinggung mereka yang sedang berjuang dalam pekerjaan padat karya atau yang masih mengandalkan bantuan pemerintah.
- Sara menyebut bahwa niatnya adalah memotivasi tentang entrepreneurship di era transformasi digital, serta memperluas peluang di sektor ekonomi kreatif. Namun, ia juga mengakui bahwa cara penyampaian atau interpretasi dari potongan video itu telah menyakiti sebagian. Pihak, terutama yang dalam kondisi kesulitan ekonomi.
Proses & Permintaan Maaf
- Dalam pernyataannya, ia menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kekeliruan yang terjadi.
- Ia juga meminta waktu untuk menyelesaikan satu tugas legislasi terakhir, yaitu pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepariwisataan di Komisi VII DPR RI, sebelum benar-benar berhenti dari jabatannya.
- Mengenai dana yang masih tersisa di rekening dapil (daerah pemilihan), Sara menyatakan akan menggunakannya untuk bantuan alat kesehatan, pelatihan kewirausahaan, dan pemberdayaan pemuda sampai dana tersebut habis.
Tanggapan Partai & Tindakan Selanjutnya
- Partai Gerindra dan Fraksi DPR menghormati keputusan pengunduran diri Sara.
- Sementara proses pengunduran diri dan administratif akan dilakukan sesuai aturan perundang-undangan. Sambutan formal juga termasuk menonaktifkan Sara sementara dari keanggotaan DPR sampai proses selesai.
Dampak dan Reaksi Publik
- Pengunduran diri ini menarik perhatian publik, terutama karena melibatkan figur publik yang juga bagian dari keluarga politik yang dikenal, yaitu keponakan presiden. Hal ini memicu diskusi luas tentang tanggung jawab publik, persepsi publik terhadap pernyataan politisi, dan bagaimana media sosial dapat memicu reaksi terhadap potongan video yang dikontekstualisasikan secara parsial.
- Beberapa pihak memuji keputusan Sara sebagai bentuk pertanggungjawaban, sementara yang lain menyebutnya sebagai refleksi penting bahwa komunikasi publik harus dilakukan dengan hati-hati, terutama dalam konteks perbedaan ekonomi dan sosial.
Rahayu Saraswati Mundur Dari Dpr Ri Pengunduran diri Rahayu Saraswati dari DPR RI merupakan langkah respon atas kontroversi yang muncul dari potongan video lama yang viral, yang dianggap merugikan sejumlah pihak. Ia menyampaikan permohonan maaf, mengakui kekeliruan, dan meminta kesempatan untuk menyelesaikan tugas legislatif terakhirnya. Keputusan ini juga menunjukkan betapa sensitifnya peran publik, komunikasi politik, dan eksposur media sosial di era saat ini.
