Dahnil Anzar Simanjuntak
Presiden Prabowo Subianto telah secara resmi melantik Mochamad Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, sebagai Menteri Haji dan Umrah dalam penetapan Kabinet Merah Putih, Senin (8 September 2025) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Gus Irfan juga ditunjuk bersama Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri. Pada kesempatan itu, Presiden menyampaikan tugas utama mereka adalah memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji dan umrah.
Menteri Pertama dari Kementerian Baru
Pelantikan Gus Irfan menandai momen penting dalam sejarah birokrasi Indonesia: untuk pertama kalinya, dibentuk Kementerian Haji dan Umrah, yang sebelumnya merupakan Badan Penyelenggara Haji (BP Haji). Kementerian ini berfungsi sebagai layanan terintegrasi yang mengurus seluruh aspek ibadah haji dan umrah secara terpusat .
Jejak Karier dan Latar Belakang Gus Irfan
Identitas & Pendidikan
Mochamad Irfan Yusuf lahir di Jombang, Jawa Timur pada 24 Juni 1962. Beliau adalah cucu pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari. Pendidikan sarjana dan magisternya ditempuh di Universitas Brawijaya, serta meraih gelar doktoral Manajemen Pendidikan Islam dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Februari 2025.
Karier Sebelum Menjadi Menteri
Dari tahun 1989, Gus Irfan aktif sebagai Sekretaris Umum Pondok Pesantren Tebuireng, dan menjabat sebagai Komisaris Utama PT BPR Tebuireng (1996–2016). Ia juga aktif dalam organisasi NU seperti LPNU dan RMI, serta pernah menjadi juru bicara tim kampanye Prabowo–Sandi (2019). Ia sempat terpilih menjadi anggota DPR RI pada tahun 2024, namun kemudian beralih menjadi Kepala BP Haji pada Oktober 2024.
Fokus Tugas dan Tantangan Era Baru
Sebagai pimpinan Kementerian Haji dan Umrah pertama, Gus Irfan menghadapi tugas besar:
- Memastikan penyelenggaraan haji dan umrah berjalan lancar pada 2026 dan seterusnya.
- Meningkatkan layanan bagi jemaah, termasuk akomodasi, transportasi, serta layanan kesehatan.
- Tetap adaptif terhadap kebijakan Arab Saudi dan modernisasi layanan berbasis teknologi.
Dahnil Anzar Simanjuntak kini menjabat sebagai Menteri Haji dan Umrah pertama dalam sejarah Indonesia, yang dilantik pada 8 September 2025. Dengan latar belakang pesantren, Dahnil Anzar Simanjuntak pengalaman birokrasi, dan track record mengelola haji, beliau diharapkan mampu membawa transformasi positif dalam layanan ibadah haji dan umrah di era baru.
