63 Titik Indonesia
Sekolah Raykat Jakarta, Juli 2025 β Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) program Sekolah Raykat kini resmi dimulai serentak di 63 titik wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Program ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan pendidikan inklusif, merdeka, dan berakar dari kebutuhan rakyat di berbagai daerah pelosok.
π Apa Itu Sekolah Raykat?
Sekolah adalah inisiatif pendidikan berbasis komunitas yang menekankan prinsip gotong royong, kemandirian belajar, dan nilai-nilai lokal. Program ini dirancang sebagai alternatif dan pelengkap pendidikan formal, khususnya bagi anak-anak dan remaja dari daerah tertinggal, terpencil, dan terpinggirkan.
π MPLS Dimulai Serentak
Peresmian MPLS tahun ajaran 2025/2026 disambut antusias oleh para orang tua, siswa, dan fasilitator pendidikan rakyat. Sebanyak 63 titik di seluruh Indonesia menggelar kegiatan serentak, mulai dari:
- Kelas pengenalan komunitas belajar
- Pengenalan nilai-nilai Pancasila & budaya lokal
- Pelatihan dasar literasi dan numerasi kontekstual
- Outbond & permainan kolaboratif
βHari ini kami bukan hanya mengenalkan sekolah, tapi juga mengenalkan harapan,β ujar salah satu fasilitator di Sekolah Raykat Wamena, Papua.
π Titik-Titik MPLS Sekolah Raykat
Beberapa titik yang menggelar MPLS meliputi:
- Sumatera Barat (Solok, Agam)
- Jawa Timur (Banyuwangi, Jombang)
- NTT (Ende, Sumba Barat Daya)
- Kalimantan Tengah (Palangkaraya)
- Sulawesi Selatan (Gowa, Tana Toraja)
- Papua (Wamena, Nabire)
- Dan puluhan daerah lainnya
π€ Dukungan dari Pemerintah & Masyarakat
Program ini mendapat dukungan dari berbagai elemen:
- Kementerian Pendidikan & Kebudayaan
- Organisasi masyarakat sipil
- Relawan pendidikan lokal
- Donatur dan NGO internasional
βKami ingin memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal karena lokasi atau status ekonomi. Sekolah Raykat menjawab itu,β ujar perwakilan Kemendikbud dalam siaran persnya.
π― Fokus MPLS: Merdeka Belajar, Konteks Lokal
Berbeda dari MPLS sekolah formal yang cenderung seragam, MPLS Sekolah Raykat mengusung pendekatan khas:
- Kurikulum berbasis kebutuhan lokal
- Pembelajaran yang berakar pada budaya, alam, dan kehidupan sekitar
- Fasilitator bukan hanya guru, tapi juga tokoh adat, petani, seniman, dan orang tua
π Kesimpulan
Pembukaan Resmi MPLS Sekolah Raykat di 63 titik menunjukkan bahwa gerakan pendidikan alternatif terus tumbuh dan menjangkau lebih banyak anak bangsa. Ini bukan sekadar mengenalkan sekolah, tapi memperluas akses terhadap pendidikan yang manusiawi, kontekstual, dan membebaskan.
