Global Bloomberg New Economy
Pak Jokowi Dewan Penasihat Pada 3 Oktober 2025, mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) secara resmi dilantik sebagai anggota Dewan Penasihat Global (Global Advisory Council) Bloomberg New Economy Forum. Pengumuman ini disampaikan melalui konferensi pers virtual dari Singapura, markas Bloomberg Asia, dan langsung menjadi sorotan media internasional. Jokowi, yang dikenal dengan visi pembangunan infrastruktur dan ekonomi inklusif, bergabung dengan tokoh global seperti mantan PM Singapura Lee Hsien Loong dan CEO BlackRock Larry Fink. Pelantikan ini menandai transisi Jokowi pasca-masa jabatannya, di mana ia akan berbagi pengalaman untuk mendorong kebijakan ekonomi berkelanjutan di tengah tantangan global seperti inflasi dan transisi energi.
Latar Belakang Bloomberg New Economy Forum
Bloomberg New Economy Forum adalah platform tahunan yang didirikan pada 2021 oleh Bloomberg LP, perusahaan media dan data finansial terkemuka dunia. Forum ini fokus pada isu ekonomi baru seperti digitalisasi, keberlanjutan, dan ketahanan rantai pasok, dengan tujuan menghubungkan pemimpin dunia untuk solusi inovatif. Dewan Penasihat Global terdiri dari 20-25 tokoh berpengaruh, yang bertugas memberikan rekomendasi strategis untuk agenda forum dan inisiatif Bloomberg.
Tujuan Utama:
Mendorong “new economy” yang inklusif, di mana teknologi AI, green energy, dan perdagangan bebas menjadi pilar utama. Forum 2025 akan digelar di Singapura pada November, dengan tema “Navigating Uncertainty in a Fragmented World”.
Anggota Lain:
Termasuk Christine Lagarde (Presiden ECB), Sundar Pichai (CEO Google), dan Wang Qishan (mantan Wakil PM China), yang semuanya berkontribusi pada diskusi kebijakan global.
Relevansi untuk Indonesia:
Bloomberg sering soroti Indonesia sebagai emerging market, terutama pasca-reformasi Jokowi yang tingkatkan GDP hingga 5% tahunan.
Pelantikan Jokowi diumumkan oleh Michael Bloomberg, pendiri, yang memuji “pengalaman Jokowi dalam membangun ekonomi dari bawah”.
Profil Jokowi: Dari Solo ke Panggung Global
Joko Widodo, atau akrab disapa Jokowi, lahir di Surakarta pada 1961 dan meniti karir dari pengusaha mebel menjadi Wali Kota Solo (2005-2012), Gubernur DKI Jakarta (2012-2014), dan Presiden Indonesia dua periode (2014-2024). Masa kepemimpinannya ditandai dengan transformasi besar:
- Prestasi Ekonomi: Membangun infrastruktur senilai Rp6.500 triliun, termasuk tol Trans-Jawa dan IKN Nusantara, yang dorong pertumbuhan ekonomi 5,3% rata-rata. Jokowi juga sukses tarik investasi asing USD 200 miliar melalui Omnibus Law.
- Kebijakan Inklusif: Program Kartu Prakerja dan bansos capai 80 juta penerima, kurangi kemiskinan dari 11% ke 9%. Di level global, Jokowi pimpin G20 2022 dengan tema “Recover Together, Recover Stronger”.
- Pengalaman Internasional: Aktif di ASEAN, WTO, dan COP26, di mana ia advokasi transisi energi hijau untuk negara berkembang. Pasca-presidensi, Jokowi fokus pada yayasan filantropi dan konsultasi global.
Dengan latar belakang ini, Jokowi dianggap ideal untuk dewan Bloomberg, terutama dalam diskusi emerging markets Asia.
Peran Jokowi di Dewan Penasihat Global
Sebagai anggota dewan, Jokowi akan berkontribusi dalam rapat triwulanan dan forum utama, dengan fokus pada isu strategis:
- Rekomendasi Kebijakan: Berbagi insight tentang pembangunan berkelanjutan, seperti model IKN yang ramah lingkungan, untuk negara-negara G20.
- Diskusi Ekonomi Digital: Advokasi inklusi digital di Asia Tenggara, termasuk potensi AI untuk UMKM Indonesia yang capai 60 juta unit.
- Kolaborasi Global: Bantu Bloomberg dalam laporan tahunan “New Economy Index”, termasuk analisis dampak perubahan iklim terhadap perdagangan.
- Durasi Jabatan: Awalnya 3 tahun, dengan kemungkinan perpanjangan, tanpa remunerasi tapi akses jaringan eksekutif dunia.
Jokowi menyatakan, “Saya senang bergabung untuk dorong ekonomi baru yang adil, di mana Indonesia bisa jadi contoh bagi dunia.”
Dampak Pelantikan bagi Indonesia dan Ekonomi Global
Bergabungnya Jokowi ke dewan ini membawa manfaat strategis:
- Bagi Indonesia: Tingkatkan citra global, potensi tarik investasi baru di sektor green tech dan digital. Pemerintah Prabowo diharapkan manfaatkan jaringan Jokowi untuk diplomasi ekonomi.
- Bagi Ekonomi Global: Suara Jokowi perkuat perspektif negara berkembang di forum Barat-dominan, terutama isu ketimpangan pasca-pandemi. Bloomberg prediksi ini bisa dorong USD 1 triliun investasi ke Asia Tenggara.
- Respon Lokal: Di Indonesia, pelantikan ini disambut positif oleh kalangan bisnis seperti Kadin, tapi ada kritik minor soal “post-presidency engagement”. Media seperti Kompas dan CNN Indonesia soroti sebagai “soft power” Jokowi.
- Tantangan: Jokowi harus navigasi isu sensitif seperti proteksionisme AS-China, sambil jaga netralitas.
Secara keseluruhan, ini perkuat posisi Indonesia di panggung internasional. Global Bloomberg New Economy Pelantikan Jokowi sebagai anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy adalah pencapaian prestisius yang lanjutkan legacy-nya dalam ekonomi global. Dari pembangun infrastruktur nasional ke penasihat dunia, Jokowi siap kontribusi pada “new economy” yang inklusif dan inovatif. Bagi Indonesia, ini peluang emas untuk kolaborasi internasional. Pantau forum Bloomberg mendatang untuk insight Jokowi – era baru kepemimpinan globalnya dimulai!
