IHSG Anjlok 1,28%
Pak Prabowo Memecat 5 Menteri Pada tanggal 8 September 2025, Presiden Subianto melakukan reshuffle besar-besaran dalam Kabinet Merah Putih. Sebanyak lima menteri dicopot dari jabatannya, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Budi Gunawan.
Penggantian Sri Mulyani dianggap mengejutkan bagi banyak pihak, Pak Prabowo Memecat 5 Menteri mengingat pengalamannya yang panjang dan reputasinya dalam menjaga stabilitas fiskal nasional.
Dampak Segera ke Pasar Keuangan
Langkah pemerintah ini memicu reaksi negatif pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun sebesar 1,28 %, turun sekitar 100,5 poin ke level 7.766,84 pada penutupan perdagangan hari itu. Penurunan IHSG ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas ekonomi.
Beberapa analis pasar memperingatkan bahwa pemecatan. Sri Mulyani dapat mengikis kredibilitas ekonomi Indonesia, terutama jika digantikan oleh figur yang dianggap kurang berpengalaman dalam menjaga disiplin fiskal.
Reaksi Investor dan Peran Sri Mulyani
Sri Mulyani diakui luas sebagai “penjaga kebijakan fiskal” yang tegas dan kredibel. Pemecatannya di saat publik masih memprotes berbagai kebijakan ekonomi menimbulkan keresahan di kalangan investor domestik maupun internasional.
Meski digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa, seorang ekonom dan mantan. Ketua LPS, kekhawatiran tetap ada bahwa arah kebijakan fiskal akan bergeser ke arah yang lebih ekspansif, terutama di tengah ambisi program sosial Presiden Prabowo.
Evaluasi dan Harapan ke Depan
Reshuffle ini dipicu oleh protes sengit terhadap tunjangan berlebihan. DPR dan ketimpangan ekonomi, termasuk kerusuhan yang menyebabkan kerusakan properti dan korban jiwa. Namun, pasar tetap mencari kejelasan arah kebijakan.
IHSG Anjlok 1,28% Selama belum ada sinyal kuat dari pemerintahan baru, investor akan tetap berhati-hati, dan pasar masih berpeluang mengalami volatilitas tinggi hingga kebijakan fiskal ditata ulang ke arah yang lebih stabil.
Pak Prabowo memecat 5 menteri, termasuk Sri Mulyani, dalam upaya menanggapi protes publik — terutama soal tunjangan legislatif. Namun, kebijakan ini memicu. IHSG anjlok 1,28 %, mencerminkan gelombang kekhawatiran tentang stabilitas ekonomi dan arah kebijakan masa depan — sebuah momen penting yang masih akan diperbincangkan luas.
