Ada Pihak Adu Domba
Pak Probowo Meminta Kepada Warga Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap upaya adu domba yang dilakukan oleh pihak asing yang ingin memecah belah bangsa. Dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir Pancasila 2025. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia seringkali menjadi sasaran pihak luar yang berusaha mengganggu stabilitas negara melalui berbagai cara, termasuk membiayai lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk menciptakan ketegangan sosial.
Ancaman dari Pihak Asing
Menurut Prabowo, pihak asing kerap kali menggunakan LSM sebagai alat untuk mempengaruhi opini publik dan menciptakan perpecahan di masyarakat. Ia mencontohkan bahwa pada masa lalu, pihak asing biasanya mendanai LSM lokal atau ormas melalui lembaga donor, serta mengarahkan aktivitas untuk mendikte arah kebijakan pemerintah. Namun, saat ini, pola tersebut telah berubah menjadi rekayasa. Pak Probowo Meminta Kepada Warga . Salah paham terhadap sejumlah kebijakan pemerintah untuk membenturkan masyarakat dan mengobarkan kemarahan publik melalui media sosial.
Pesan untuk Masyarakat
Prabowo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu dan tidak terprovokasi oleh upaya-upaya yang dapat memecah belah bangsa. Ia menegaskan bahwa kerusuhan hanya akan merugikan rakyat dan menghambat kemajuan negara. Presiden juga meminta agar masyarakat tetap solid dan fokus pada perjuangan nyata untuk rakyat, serta tidak mudah terhasut oleh. Pihak-pihak yang ingin menciptakan konflik.
Tindakan Pemerintah
Ada Pihak Adu Domba Pemerintah melalui berbagai lembaga terkait, termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kepolisian, serta Badan Nasional. Penanggulangan Terorisme (BNPT), terus berupaya untuk mengidentifikasi dan menanggulangi upaya-upaya adu domba yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, peningkatan literasi digital di kalangan masyarakat juga menjadi fokus utama untuk membekali warga negara agar lebih cerdas dalam menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh hoaks atau provokasi.
