Aksi Rusuh di Pati
PBB Naik Rusuh Pati Berikut foto suasana kerusuhan di Pati: sebuah mobil terbalik dan kaca kantor bupati pecah akibat aksi protes warga yang memanas.
Aksi Rusuh di Pati: Imbas Kenaikan PBB-P2 250% dan Darurat Sosial
1. Latar Belakang Kerusuhan
Kericuhan terjadi di Kabupaten Pati (Jawa Tengah) antara 10–13 Agustus 2025, dipicu oleh rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar ±250%—kebijakan ini diambil untuk menyesuaikan tarif yang tidak naik selama 14 tahun. Kebijakan kontroversial ini memicu penolakan luas, apalagi disertai kebijakan lain yang dianggap tidak pro-rakyat seperti pemutusan hubungan kerja massal honorer dan penataan sekolah yang tidak disosialisasikan baik.
2. Demonstrasi Skala Besar & Memanas
Ribuan hingga puluhan ribu warga—tercatat antara 85.000 hingga 100.000 orang—melancarkan aksi demonstrasi melalui Aliansi Masyarakat Pati Bersatu. PBB Naik Rusuh Pati Mereka menuntut pencabutan kenaikan PBB-P2 dan bahkan pengunduran diri Bupati Sudewo. Aksi awalnya damai, tapi memanas ketika Bupati stafnya menantang massa demonstran dengan perkataan menyulut amarah.
3. Bentrokan & Kerusakan Fasilitas
Aksi berubah rusuh dengan pelemparan botol air mineral, alas kaki, bahkan pembakaran satu unit mobil polisi dari Propam. Aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Akibatnya, 34 orang terluka (termasuk warga dan beberapa anggota polisi), dan 11 orang ditangkap karena dianggap provokator.
Fasilitas publik turut dirusak: kaca kantor bupati pecah, serta mobil yang terbalik dan dibakar.
4. Respon Pemerintah & Dampak
Menimbang eskalasi ketegangan, Bupati Sudewo akhirnya mencabut kebijakan kenaikan PBB-P2, mengembalikan tarif seperti 2024, dan menjanjikan pengembalian selisih pembayaran ke warga via BPKAD dan kepala desa.
DPRD Pati membentuk Pansus Pemakzulan terhadap Bupati yang tercetus setelah aksi memanas, mencakup isu kebijakan dan penunjukan jabatan penting di RSUD yang diprotes.
5. Ringkasan dalam Tabel
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Pemicu Protes | Kenaikan PBB-P2 sebesar 250%; kebijakan pemerintah dinilai kurang transparan dan berat bagi warga |
| Skala Demonstrasi | 85.000–100.000 warga terlibat; aksi berlangsung selama beberapa hari |
| Dampak Kerusuhan | 34 orang luka, 11 ditangkap; fasilitas publik rusak—kaca pecah, mobil dibakar |
| Kebijakan Ujuk Balik | PBB-P2 dibatalkan, dana selisih dikembalikan, DPRD membentuk Pansus Pemakzulan |
| Kondisi Kini | Pemerintah daerah menyatakan darurat sosial, menata kembali kepercayaan publik |
Aksi Rusuh di Pati yang meletus karena kenaikan PBB-P2 hingga 250 % menjadi cermin kegagalan komunikasi dan sensitivitas kebijakan publik. Akibatnya, terjadi kerusakan fasilitas, korban luka, dan kondisi darurat di daerah. Respons pemerintah dengan mencabut kebijakan dan membuka jalur dialog seperti pembentukan Pansus bisa menjadi titik balik stabilisasi sosial di Pati.
