Mengeluh Sepi Pembeli
Kerak Telor di Pekan Raya Jakarta 2025
Pedagang Kerak Telor, seperti Abdul (44), hanya melayani 3 porsi sepanjang hari hingga pukul 21.30 WIB, padahal buka sejak pukul 09.00, jauh dari harapan tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya, penjualan bisa mencapai 25 porsi per malam. Denis, pedagang lainnya, masih terjual 11 porsi, namun angka ini turun drastis dibanding lebih dari 20 porsi saat akhir pekan tahun lalu.
Pedagang Mainan di Pasar Gembrong (Jakarta Timur)
Karena relokasi ke lokasi baru sejak 2018 dan dampak pandemi, penjualan mainan turun drastis hingga 70 %. Pedagang seperti Agus dan Ifah merasakan drastisnya penurunan pelanggan, Pedagang Kerak Telor terutama dari segmen sekolah.
Pasar Bantul (DIY)
Beberapa pedagang, seperti penjual ayam potong “Cicik”, menyebut bahwa sejak tahun lalu pasar mengalami kemerosotan pengunjung; penjualan sangat lesu, meski harga beras dan ayam mereka sudah disesuaikan. Sembako lainnya juga merasakan penurunan sejak zaman pandemi hingga kini
Pedagang Sayur di Pasar Sosar, Kokas
Pedagang di Pasar Sosar, Distrik Kokas, mengeluh barang dagangan seperti sayur yang mereka bawa dari daerah jauh menjadi tidak laku karena pembeli sangat minim.
Pasar Pasir Gintung (Bandar Lampung) Menjelang Idul Adha
Menjelang Idul Adha 2025, pedagang ayam dan daging sapi di Pasar Pasir Gintung mengeluhkan kondisi lebih sepi dibanding hari raya sebelumnya. Beberapa mengaku hanya menjual separuh atau kurang dari stok biasa, terkait lesunya daya beli dan PHK massal.
Pedagang Hewan Kurban di Depok
Seminggu sebelum Idul Adha, pedagang hewan kurban di Depok melaporkan penjualan sapi dan kambing turun drastis: dari stok 60 sapi hanya laku 45 ekor, dan dari 200 kambing/domba, baru terjual 75 ekor. Penurunan dijelaskan akibat kondisi ekonomi global dan sisa efek PMK.
🔎 Penyebab Umum Sepinya Pembeli
- Daya beli masyarakat menurun — dipicu ekonomi lesu, PHK, dan inflasi
- Relokasi pasar — terutama di Pasar Gembrong, akses dan tradisi pembeli terputus
- Beralih ke belanja online — banyak konsumen memilih e-commerce karena praktis dan harga lebih murah.
💡 Dampak & Harapan Pedagang
- Penjualan mereka turun drastis—ada yang hanya laku 10–25 % dari normal.
- Pendapatan menurun hingga 70 %, bahkan pedagang daging sapi di Pasar Senen kehilangan pelanggan karena harga tinggi.
Mereka berharap pemerintah dan manajemen pasar:
- Memperbaiki akses & tata kelola (Pasar Gembrong, Pasir Gintung, Sosar).
- Menghadirkan stimulus pembeli seperti bazar, senam pagi, subsidi/stok murah.
- Meringankan beban administrasi (retribusi pasar di Sidoarjo juga menjadi keluhan pedagang)
🎯 Kesan Akhir
Mengeluh Sepi Pembeli Fenomena ketatnya ekonomi, perubahan pola konsumsi, dan perubahan lokasi pasar menjadi faktor utama sepinya pembeli saat ini. Pedagang tradisional yang selama ini mengandalkan pembeli langsung kini mengalami kesulitan bertahan, terutama saat momen-momen penting seperti Idul Adha, Pekan Raya, dan pasca pandemi.
Mereka berharap ada intervensi strategis dari pemerintah daerah—baik dukungan promosi, akses, maupun bantuan fiskal—untuk mengembalikan keramaian pasar serta menopang usaha kecil.
