Kini Harga Emas Turun
Putin Manfaatkan Konflik Menurut laporan, Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan ketegangan yang sedang berlangsung antara Israel dan Iran sebagai kesempatan strategis untuk memperluas pengaruh Rusia, khususnya di medan konflik di Ukraina. Dengan dunia teralihkan fokusnya ke Timur Tengah, Moskow bergerak lebih leluasa melakukan operasi militer dan diplomasi di wilayah Ukraina tanpa disoroti publik internasional.
Analis menilai bahwa strategi “stealth” ini menegaskan kemampuan. Putin dalam memanfaatkan dinamika geopolitik global untuk keuntungan Rusia, baik di Uni Eropa maupun kawasan Eurasia.
🏷 Harga Emas Turun Tipis di Tengah Ketegangan Global
Meski konflik geopolitik biasanya mendongkrak permintaan emas sebagai aset safe‑haven. Harga emas justru turun selama gelombang serangan antara Israel dan Iran:
- Pada 23 Juni 2025, harga emas spot turun sekitar 0,1 % ke US$3.365,29 per ons
- Pada 24 Juni, emas amblas 1,4 % ke US$3.319,84, level terendah sejak 11 Juni
- Secara mingguan, harga emas turun sekitar 2 %, meski konflik meningkat .
🧩 Mengapa Harga Emas Turun?
- Putin Manfaatkan Konflik Sentimen pasar dipengaruhi faktor lain
Konflik Israel–Iran belum memicu lonjakan risiko sistemik yang cukup signifikan untuk mendorong lonjakan permintaan emas - Gencatan senjata menenangkan pasar
Pengumuman gencatan senjata sementara pada 24 Juni meredam kekhawatiran, menyebabkan aksi jual aset safe‑haven seperti emas - Investor lebih fokus pada faktor ekonomi AS
Masalah utama masih defisit. APBN AS, kebijakan The Fed, dan tekanan mata uang dolar, bukan geopolitik timur tengah
📌 Ringkasan Singkat
| Faktor | Penjelasan |
|---|---|
| Russia | Putin memanfaatkan konflik untuk memperkuat posisi di Ukraina |
| Harga Emas Spot | Turun dari US$3.365 → US$3.320/ons pada 24 Juni |
| Alasan Penurunan | Gencatan senjata + sentimen ekonomi global masih dominan |
🧠 Kesimpulan
Kini Harga Emas Turun Walaupun konflik Israel–Iran menjadi sorotan, ternyata Pemimpin Rusia menggunakan krisis tersebut sebagai “kotak asap” untuk kebijakan geopolitik Ukraina. Sementara itu, harga emas dunia merosot, bukan karena pasar menganggap ketegangan Timur Tengah tak penting, tapi karena faktor-faktor ekonomi makro lain—seperti defisit fiskal AS dan kebijakan moneter—yang sedang lebih berpengaruh.
