Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menginisiasi program kontroversial yang mengirimkan siswa bermasalah ke barak militer untuk pembinaan karakter. Program ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan hidup sehat dan disiplin di kalangan pelajar, menjauhi perilaku menyimpang seperti. Merokok, konsumsi alkohol, dan penyalahgunaan obat-obatan. Siswa akan dibina untuk menjauhi perilaku menyimpang seperti merokok, konsumsi alkohol, dan penyalahgunaan obat-obatan.
Namun, rencana ini menuai kritik dari berbagai pihak. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa Jakarta memiliki kebijakan tersendiri dalam menangani siswa. Bermasalah dan tidak akan mengikuti langkah Dedi Mulyadi.
Selain itu, pengamat pendidikan Satriwan Salim menilai bahwa konsep program ini belum jelas dan mempertanyakan efektivitasnya. Ia menyebutkan bahwa pelatihan serupa sudah sering dilakukan melalui kegiatan seperti. LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) yang tidak berlangsung selama enam bulan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, juga enggan memberikan komentar terkait rencana ini, menyarankan wartawan untuk mencari pandangan dari pakar pendidikan lain yang lebih kompeten.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pemerintahannya lebih memilih mengikuti aturan hukum yang berlaku dalam mendisiplinkan siswa bermasalah, ketimbang menempuh skema pendidikan karakter ala militer di barak TNI.
Di sisi lain, Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta mendukung langkah Dedi Mulyadi dan meminta Gubernur Pramono Anung untuk meniru kebijakan tersebut dalam menangani pelajar bermasalah di Jakarta.
Program ini masih menuai pro dan kontra, dan belum ada keputusan final dari pemerintah pusat terkait implementasinya di daerah lain.
Tanggapan Prabowo Subianto: Minta Program Dihentikan?
Dalam isu yang berkembang, muncul rumor bahwa Menhan Prabowo Subianto meminta program pengiriman siswa bermasalah ke barak militer dihentikan. Namun, hingga kini tidak ada pernyataan resmi dari Prabowo maupun Kementerian Pertahanan yang menyatakan penolakan langsung terhadap kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi tersebut.
Meski begitu, sumber internal di lingkungan Kemhan menyebut bahwa prinsip pelibatan institusi militer dalam pendidikan sipil perlu dikaji lebih hati-hati. Militer sejatinya memiliki peran pertahanan negara dan bukan institusi rehabilitasi sosial bagi pelajar.
TNI bukan tempat untuk membina pelajar nakal. Pendidikan karakter harus dilakukan lewat pendekatan pendidikan, bukan militerisasi,”
ujar seorang pakar pertahanan yang enggan disebutkan namanya.
Pro dan Kontra: Antara Pendidikan Karakter dan Represi
Pihak yang Mendukung:
- Fraksi PKS di DPRD Jakarta melihat program ini sebagai solusi tegas terhadap maraknya kenakalan remaja.
- Beberapa orang tua murid mendukung pendekatan ini, karena merasa sistem pendidikan biasa tidak cukup tegas mendisiplinkan anak.
❌ Pihak yang Menolak:
- Pakar pendidikan menilai program ini terlalu represif dan berpotensi melanggar hak anak.
- Organisasi HAM dan aktivis pendidikan menyebut metode tersebut bisa menimbulkan trauma psikologis dan melanggar prinsip pendidikan inklusif.
Alternatif Solusi yang Diusulkan
- Pendidikan karakter berbasis sekolah dan keluarga.
- Program bimbingan konseling aktif dengan pendekatan psikologis.
- Keterlibatan komunitas dan organisasi pemuda untuk membentuk lingkungan sosial yang positif.
- Kamp pelatihan disiplin dengan pendekatan non-militer, seperti program Pramuka atau pelatihan soft skills.
Program pengiriman siswa ke barak militer oleh Dedi Mulyadi masih menjadi isu hangat yang memicu perdebatan publik. Meskipun bertujuan untuk menciptakan generasi yang disiplin dan jauh dari perilaku menyimpang, pendekatan ini dianggap kontroversial karena menyerempet ranah pelanggaran hak anak dan pendidikan inklusif.
Tanpa konfirmasi langsung dari Menhan Prabowo, klaim bahwa ia meminta penghentian program masih bersifat spekulatif. Namun, jelas bahwa keterlibatan institusi militer dalam dunia pendidikan sipil perlu kehati-hatian dan regulasi yang jelas agar tidak menyimpang dari fungsi utamanya.
