Lady Gaga
Konser Lady Gaga yang berlangsung pada 3 Mei 2025 di Pantai Copacabana, Rio de Janeiro, Brasil, hampir berubah menjadi tragedi. Pihak berwenang berhasil menggagalkan rencana serangan teror yang ditujukan kepada komunitas LGBTQ+ yang hadir dalam acara tersebut.
Ancaman Bom yang Digagalkan
Polisi Brasil mengungkap bahwa dua individu ditangkap beberapa jam sebelum konser dimulai. Salah satu tersangka adalah pria dewasa yang diduga sebagai pemimpin kelompok kebencian online. Sementara yang lainnya adalah remaja yang ditemukan dengan materi pornografi anak. Kelompok ini berencana menggunakan bahan peledak rakitan dan molotov untuk menyerang kerumunan. Dengan tujuan menarik perhatian di dunia maya melalui kekerasan terhadap anak-anak, remaja, dan individu.
Penyelidikan yang disebut “Operasi Fake Monster” dimulai setelah polisi menerima informasi dari unit kejahatan dunia maya. Kelompok ini diketahui merekrut remaja melalui konten kekerasan dan ujaran kebencian anti. LGBT di media sosial, menyamar sebagai “Little Monsters” — sebutan untuk penggemar Lady Gaga.
Keamanan Ketat dan Respons Lady Gaga
Konser yang bersifat gratis ini menarik lebih dari 2 juta penonton, menjadikannya. Konser dengan jumlah penonton terbanyak oleh seorang artis wanita. Untuk memastikan keamanan, sekitar 5.200 petugas polisi dan militer dikerahkan, dengan bantuan drone dan sistem pengenalan wajah. Para pengunjung juga melewati detektor logam sebelum memasuki area konser.
Pihak Lady Gaga menyatakan bahwa mereka baru mengetahui ancaman tersebut melalui laporan media setelah konser selesai. Mereka menegaskan bahwa tidak ada komunikasi sebelumnya dari pihak berwenang mengenai potensi risiko, dan semua langkah keamanan telah dilakukan dengan baik.
Pesan dari Lady Gaga
Setelah konser, Lady Gaga Operasi Fake Monster menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Brasil melalui Instagram, menyebutkan bahwa pengalaman tersebut adalah momen yang tak terlupakan dan menunjukkan kebanggaan serta kebahagiaannya dapat tampil di hadapan para penggemar.
