Suriah Kami Tak Takut Perang
Serangan Israel Terbaru Pada Suriah Pada 16 Juli 2025, Israel melancarkan serangkaian serangan udara besar-besaran ke markas Kementerian Pertahanan Suriah dan area di dekat istana presiden di Damaskus, menewaskan sedikitnya 3 orang, melukai 34 orang, dan merusak berbagai fasilitas militer dan sipil. Israel mengklaim aksinya bertujuan untuk melindungi komunitas Druze yang tengah berada di tengah konflik sektarian di Suweida.
Reaksi Pemerintah Suriah: Tak Gentar dan Tegas Menentang
- Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam aksi Israel sebagai “agresi ilegal” yang melanggar kedaulatan nasional. Serangan Israel Terbaru Mereka menegaskan bahwa Suriah tetap memiliki “hak pertahanan diri” dan menolak intimidasi militer Israel.
- Pemerintah Suriah menyatakan: “Kami tidak takut terhadap perang… Jika mereka terus mencederai kedaulatan Suriah, kami siap membela rakyat dan wilayah kami.”
Konflik sektarian di Suweida yang melibatkan kelompok Druze dan suku Bedouin serta letupan kekerasan internal memperparah situasi—Israel menuduh pemerintah baru di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa gagal melindungi minoritas Druze.
Situasi Kekerasan di Suweida dan Eskalasi Regional
- Meskipun diumumkan gencatan senjata, bentrokan internal di Suweida terus berlangsung: laporan mencatat lebih dari 166 korban jiwa, termasuk warga sipil dan anak-anak. Isu pelanggaran HAM dan eksekusi lapangan juga muncul.
- Israel mengklaim, serangan militer dan penembakan itu untuk mencegah eskalasi dari milisi Druze yang dekat dengan perbatasan negara. Namun banyak tokoh Druze menyatakan keprihatinan atas potensi intervensi asing yang diklaim Suriah sebagai pelanggaran kedaulatan.
Tanggapan Nasional & Internasional
- Dewan Militer Suweida menyatakan status siaga tinggi dan siap melindungi warga lokal jika terjadi eskalasi lebih lanjut.
- Liga Arab, negara-negara Teluk, PBB, dan sejumlah negara seperti Turki, Mesir, Yordania, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab mengecam keras tindakan Israel dan menegaskan dukungan terhadap integritas teritorial Suriah. Mereka menyerukan penghentian segera operasi militer dan perlindungan warga sipil.
Ringkasan
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Target Serangan | Kemenhan Suriah, sekitar Istana Presiden Damaskus |
| Korban | 3 tewas, 34 terluka; terkena bentrokan internal dan serangan |
| Reaksi Suriah | “Kami tak takut perang” — menegaskan hak pertahanan, menolak intimidasi |
| Dukungan Internasional | Liga Arab, PBB, negara Teluk dan Pakistan mendesak Israel hentikan serangan |
Suriah Kami Tak Takut Perang menyampaikan bahwa mereka siap menghadapi eskalasi lebih lanjut, menolak setiap upaya tekanan militer, dan akan melanjutkan perlindungan terhadap rakyatnya. Pernyataan ini menandakan tekad kuat pemerintahan Ahmed al-Sharaa untuk mempertahankan kedaulatan negara di tengah ketegangan kawasan yang semakin meningkat.
