Thailand Kerahkan Drone AI
Thailand Kerahkan Drone AI Bangkok / Pattaya, Juni 2025 – Pemerintah Pattaya, kota wisata terkenal di Thailand, resmi meluncurkan operasional drone berteknologi AI yang dirancang untuk mendeteksi dan mengejar. Turis yang menginap melebihi masa izin tinggal (“overstay”) serta individu dengan surat perintah penangkapan.
📌 Bagaimana Teknologi Ini Bekerja
- Drone AI dilengkapi teknologi pengenalan wajah dan dihubungkan dengan database nasional imigrasi serta catatan kriminal.
- Saat patroli, drone terbang di atas kerumunan wisatawan dan kawasan publik, lalu real-time mengecek apakah ada individu yang kelebihan masa tinggal atau buronan .
🎯 Tujuan dan Sasaran
- Meningkatkan citra Pattaya sebagai destinasi yang aman dan bebas risiko
- Menindak turis overstay serta orang yang memiliki buronan hukum.
- Fokus di event besar dan area turis, seperti Walking Street, pantai, dan pusat keramaian di malam hari.
👤 Komentar Resmi
- Walikota Pattaya, Poramese Ngampichet, berharap program ini bisa mengembalikan rasa aman dan menarik kembali wisatawan.
- Ia menjelaskan bahwa ini bagian dari upaya membuat “smart city” dan memperkuat kolaborasi antara polisi, imigrasi, dan otoritas wisata .
⚠️ Kritik & Kekhawatiran Publik
- Privasi warga dan turis jadi isu penting: drone dinilai bisa memicu pengawasan berlebihan dan potensi penyalahgunaan data.
- Beberapa warga menyoroti bahwa dana yang dipakai lebih baik diprioritaskan untuk infrastruktur dan keamanan jalan .
- Forum online ASEAN Now memberi komentar seperti:
“We believe this initiative will significantly boost Pattaya’s reputation as a safe haven…”
“I see Thailand is going Full‑Big‑AI‑Brother.”
📝 Kesimpulan
- Thailand, lewat proyek Drone AI di Pattaya, menunjukkan langkah maju dalam pemanfaatan teknologi bagi keamanan publik di destinasi pariwisata.
- Meski potensi keamanannya tinggi—terutama terhadap turis overstay dan kriminal—keberhasilan implementasi ini bergantung pada keseimbangan antara pengawasan, privasi, dan penerapan regulasi yang tepat.
