Ledakan Amunisi Garut
Pada Senin, 12 Mei 2025, terjadi Ledakan Amunisi Garut tidak layak pakai di Desa Sagara, Kecamatan. Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Peristiwa tragis ini menewaskan 13 orang, termasuk empat personel TNI dan sembilan warga sipil. Ledakan terjadi saat pelaksanaan disposal (pemusnahan) amunisi yang tidak layak pakai di area konservasi alam yang dikelola oleh. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat.
Tanggung Jawab TNI AD
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, menyampaikan bahwa TNI AD bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut. Ledakan Amunisi Garut Selain membantu proses pemakaman. TNI AD juga menanggung seluruh biaya penanganan hingga pemakaman para korban, termasuk warga sipil. Proses pemakaman dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat di Garut.
🕵️♂️ Investigasi dan Penanganan Lanjutan
Penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Namun, diduga bahwa ledakan kedua terjadi akibat warga sipil yang mencari serpihan amunisi untuk dijual sebagai barang bekas. Kondisi cuaca dan medan yang sulit menyebabkan proses penyisiran dan investigasi dihentikan sementara pada malam hari dan akan dilanjutkan pada pagi hari berikutnya.
💬 Pernyataan TNI AD
Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menegaskan bahwa TNI AD akan terus berkomitmen untuk membantu masyarakat yang terdampak dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi TNI AD dalam hal prosedur pemusnahan amunisi dan keselamatan masyarakat sekitar. TNI AD berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan perbaikan demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
