Acungkan Jari Tengah ke Warga
Turis Ditangkap Usai Kencing aparat setelah tertangkap buang air kecil di tepi pantai Pattaya dan menunjukkan gestur jari tengah yang dianggap tidak sopan kepada warga sekitar. Perilaku tersebut memicu kemarahan warga dan menjadi alasan penahanan oleh pihak berwenang setempat.
Menurut laporan dari Bangkok Post yang dikutip pada Minggu (21/9/2025), warga setempat yang menyaksikan aksi tidak senonoh itu langsung melaporkan kejadian ke pihak berwenang. Saat petugas tiba, kedua turis tersebut justru berusaha melarikan diri, tetapi berhasil diamankan dengan cepat.
Kesaksian Warga Lokal
Salah satu saksi mata, Roongarun Jaemad, menceritakan kronologi kejadian dengan nada kecewa. “Mereka awalnya ditegur secara sopan oleh kami saat buang air kecil langsung ke laut dari pinggir pantai. Tapi bukannya minta maaf, malah balas dengan acungan jari tengah dan sikap arogan,” ungkap Roongarun kepada wartawan.
Lebih lanjut, Roongarun menambahkan bahwa kedua turis itu sempat berpura-pura menunggu kedatangan polisi, namun tiba-tiba berlari untuk kabur. “Ini bukan pertama kalinya wisatawan bertindak seenaknya di sini. Pantai Pattaya adalah aset wisata utama, tapi perilaku seperti ini merusak citra kota kami,” tambahnya.
Beberapa warga lain yang ikut menyaksikan juga menyuarakan keluhan serupa, menekankan bahwa insiden ini menyoroti kurangnya kesadaran etika dari sebagian turis asing.
Respons Pemerintah Lokal
Pihak berwenang kota Pattaya menyambut baik laporan warga dan berjanji untuk meningkatkan pengawasan di area pantai. Roongarun beserta rekan-rekannya telah menyampaikan petisi kepada pemerintah kota, meminta penambahan fasilitas toilet umum yang memadai sepanjang garis pantai.
“Mereka juga menyarankan pemasangan rambu-rambu larangan buang air sembarangan dan gestur tidak sopan, serta patroli lebih intensif pada malam hari,” kata seorang pejabat kota yang enggan disebut namanya.
Insiden ini menjadi pengingat bagi wisatawan bahwa Thailand, khususnya Pattaya sebagai destinasi populer, menerapkan aturan ketat terkait etika publik. Pelanggaran serupa di masa lalu pernah berujung pada deportasi atau hukuman lebih berat, tergantung tingkat pelanggarannya.
Dampak terhadap Pariwisata Pattaya
Pattaya, yang terkenal dengan pantai indah dan kehidupan malamnya, terus berupaya menarik jutaan turis setiap tahun. Namun, kejadian seperti ini berpotensi merusak reputasi, terutama di tengah pemulihan pariwisata pasca-pandemi.
Para pelaku wisata di kawasan Soi 6, yang mayoritas bergantung pada kunjungan turis asing, khawatir insiden ini akan menimbulkan stigma. “Kami butuh keseimbangan antara kebebasan wisatawan dan penghormatan terhadap budaya lokal,” ujar seorang pemilik bar setempat.
Untuk mencegah kejadian serupa, otoritas Thailand mendorong kampanye edukasi bagi turis, termasuk panduan etika yang disebarkan melalui bandara dan hotel. Wisatawan disarankan untuk mematuhi norma lokal, seperti menggunakan fasilitas umum yang tersedia dan menghindari tindakan yang bisa dianggap provokatif.
Acungkan Jari Tengah ke Warga Kasus ini juga memicu diskusi di media sosial Thailand, dengan banyak netizen mendukung tindakan polisi sambil menyerukan tanggung jawab lebih besar dari pihak pariwisata internasional. Hingga kini, tidak ada informasi tambahan mengenai kelanjutan kasus, tetapi pihak berwenang memantau situasi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan semua pihak
