Kematian Yurike Sanger
Istri Ke 7 Soekarno Presiden pertama Indonesia Soekarno, meninggal dunia pada Rabu, 17 September 2025, di California, Amerika Serikat, setelah berjuang melawan kanker payudara. Kementerian Luar Negeri RI telah berkoordinasi dengan otoritas AS untuk memulangkan jenazahnya ke Indonesia dalam waktu dekat.
Yurike Sanger Telah Meninggal Dunia, Istri Ke-7 Soekarno Jenazah Akan Diantar Dari AS ke RI
Yurike Sanger, istri ketujuh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, telah meninggal dunia pada Rabu, 17 September 2025, di California, Amerika Serikat. Kabar duka ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang tengah mengurus proses pemulangan jenazah ke Tanah Air.
Kronologi dan Proses Pemulangan Jenazah
- Yurike Sanger wafat di San Gorgonio Memorial Hospital, California, setelah berjuang melawan kanker payudara.
- KJRI Los Angeles telah berkomunikasi dengan keluarga almarhumah di San Bernadino, California, dan menunjuk pihak mortuary untuk proses pemulasaraan jenazah.
- Saat ini, otoritas di California sedang memproses penerbitan akta kematian (death certificate) sebagai salah satu syarat dokumen pemulangan jenazah.
- Kementerian Luar Negeri RI bersama KJRI Los Angeles berkoordinasi dengan pihak mortuary dan otoritas AS untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar.
- Rencananya, jenazah Yurike akan diterbangkan ke Indonesia dan disemayamkan di Rumah Duka RS Fatmawati, Jakarta Selatan, sebelum dimakamkan.
Profil Singkat Yurike Sanger
- Lahir di Poso, Sulawesi Tengah, pada tahun 1945, Yurike berdarah campuran Jerman dan Manado.
- Dikenal sebagai sosok yang cantik, anggun, dan cerdas sejak muda.
- Menikah dengan Soekarno pada 6 Agustus 1964 saat usianya 19 tahun, sedangkan Soekarno berusia 63 tahun.
- Pernikahan ini menjadikannya istri ketujuh Soekarno.
- Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai satu anak laki-laki, Yudhi Sanger, yang kini menetap di Amerika Serikat.
- Setelah kejatuhan Soekarno, Yurike memilih menjalani kehidupan sederhana dan jarang muncul di publik.
- Beberapa tahun terakhir, Yurike tinggal di California bersama anak dan cucunya, dikenal sebagai sosok ibu dan oma yang penuh kasih.
Warisan dan Kenangan
Yurike Sanger tetap menjadi bagian dari sejarah keluarga besar Soekarno dan dikenang sebagai istri yang setia di masa-masa terakhir sang Proklamator. Meskipun jauh dari Indonesia, ia menjaga ikatan emosional dengan tanah air dan sering disebut dalam cerita keluarga serta wawancara sejarah.
Kematian Yurike Sanger menandai berakhirnya salah satu bab penting dalam sejarah keluarga Presiden Soekarno. Pemulangan jenazahnya ke Indonesia menjadi momen penghormatan terakhir bagi sosok yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup sang Proklamator. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
